Pernyataan ILUNI Sejarah UI Terkait Kebakaran Museum Bahari

16 Januari 2018 — Pagi tadi, alumni-alumni program studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia mendapat kabar yang mengagetkan dengan terjadinya kebakaran di Museum Bahari(Jalan Pasar Ikan No. 51 A, Penjaringan, Jakarta Utara). Sebagai kelompok masyarakat yang cinta dengan sejarah, muncul kesedihan dan kekhawatiran kami, terhadap nasib bangunan bersejarah tersebut, yang di masa VOC pernah berfungsi sebagai gudang rempah dan penyimpanan berbagai komoditas di jaman VOC. Termasuk kekhawatiran kami atas kondisi koleksi-koleksi Museum Bahari pasca kebakaran. Karena melalui sumber berita, kami membaca bahwa kebakaran telah menghanguskan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi bersejarah.

Meskipun begitu, Ikatan Alumni Sejarah UI (ILUNI Sejarah UI) mengucapkan terimakasih, atas kerja cepat dan kerja keras dari pihak pemadam kebakaran, pengelola museum, masyarakat sekitar, dan semua yang terlibat, sehingga api pada siang ini sudah berhasil dipadamkan.

Selanjutnya, ILUNI Sejarah UI berharap pihak-pihak yang berwenang dapat menelusuri secara tuntas penyebab dari kebakaran yang menimpa Museum Bahari. Untuk kemudian diambil tindakan-tindakan pencegahan terulang peristiwa serupa di masa depan. Bahkan hasil penelusuran penyebab kebakaran Museum Bahari, menurut kami nantinya perlu menjadi pembelajaran bagi pengelolaan museum-museum lainnya. Baik bagi museum-museum dan cagar budaya lain di Jakarta, maupun di seluruh Indonesia. Sehingga museum-museum dan cagar budaya kita dapat terus terjaga keamanan dan kelayakannya.

Terakhir, ILUNI Sejarah UI mendorong pihak-pihak pengambil keputusan agar melibatkan para peneliti sejarah dan kelompok pencinta sejarah, dalam proses pemulihan gedung serta koleksi Museum Bahari pasca kebakaran. Secara khusus, ILUNI Sejarah UI berharap para peneliti sejarah lulusan Universitas Indonesia dapat memberi masukan dan menerapkan ilmu pengetahuannya, terhadap pemulihan Museum Bahari dan berpartisipasi dalam mengingatkan atau mencegah peristiwa serupa terjadi di museum-museum dan cagar budaya lainnya.

Terimakasih

Ketua ILUNI Sejarah UI

Patria Gintings